Arti Istiqomah…

Diriwayatkan oleh Muslim, bahwa pernah dikatakan oleh Rasulullah bersabda:

لاَ يَنْجُ أَحَدٌ بِعَمَلِهِ

“Seseorang tidak akan selamat dari perbuatannya, meskipun perbuatan itu baik”

Begitu Rasul berkata demikian, maka terkejutlah para sahabat, para sahabat bertanya :

وَلاَ أَنْتَ يَا رَسُوْلَ الله؟

(Apakah termasuk Engkau yaa Rasulallah…???), Rasul menjawab “YA”.
Semakin bingunglah para sahabat, bagaimana seorang kekasih Allah, tidak bisa menyelamatkan dirinya dengan semua perbuatannya.

Selanjutnya Rosul bersabda

إِلاَّ أَنْ يَتَغَمَّضَنِّيَ الله بِرَحْمَةٍ مِنْهُ

(Kecuali Allah memaafkan dosa-dosa kami dengan Rahmat Nya)

Lha ya itu engkau yaa Rasulallah, lalu yang seperti kami ini bagaimana Rasulallah???

Lalu rasul diam sejenak, kemudian bersabda

وَلكِنْ سَدِّدُوا

(Tetapi, tepat-tepatkanlah)

Apanya yang ‘ditepatkan’ wahai Rasulallah???

Di sinilah beberapa penafsiran, di antaranya ; menepatkan niat kita tetap Lillah, menapatkan semua apa yang kita kerjakan seluruhnya Lillah. Di sinilah arti istiqomah, sehingga Allah bersabda ;

إِنَّ الذّيْنَ قَالُوْا رَبُّنَا الله ثُمَّ اسْتَقَامُوا تَتَنَزَّلُوْا عَلَيْكُمُ الْمَلاَئِكَةُ أَنْ لاَ تَخَافُوْا وَلاَ تَخْزَنُوا وَأَبْصِرُوا بِالْجَنَّةِ الّتِى كُنْتُمْ تُوْعَدُوْنَ

Sesungguhnya orang yang berkata bahwa “sesungguhnya Tuhan kami adalah Allah, kemudian dia istiqomah, maka akan turun dan diturunkan malaikat-malaikat ke bumi untuk mengatakan kepada kita :

أَنْ لاَ تَخَافُوْا وَلاَ تَخْزَنُوْا

“Janganlah kamu takut dan janganlah kamu bersedih.”

Di sinilah arti istiqomah sangat penting sekali. Dalam keadaan apapun kita dipuji-puji, tetap kita Lillah–tidak kita terlalu berbangga bangga dengan itu. Andaikata kita dicaci maki kita tidak jatuh dan tidak minder, tetap hati kita Lillah.

Ketika kita kaya, ketika kita miskin, ketika kita sukses, ketika kita gagal, semuanya kita tetap Lillah. Sehingga dengan demikian istiqomah ini sangat diperlukan sekali, sehingga

إِنَّ الذّيْنَ قَالُوْا رَبُّنَا الله ثُمَّ اسْتَقَامُوا

Barangsiapa yang berkata bahwa Allah adalah Tuhan kami kemudian dia tetap istiqomah segala sesuatunya, maka akan turun malaikat unuk membantu kita.

Kalau kita dipondok ini selalu istiqomah dalam belajar, dalam berdisiplin, dalam mentaati guru, dalam mentaati peraturan, dalam mengurus anggota, maka akan turun malaikat untuk membantu kita dalam mengamankan, mendidik, memberi petunjuk, memudahkan segala urusan kita sekalian.

Untuk itu istiqomah sangatlah penting bagi kita. Istiqomah ini dalam berbagai hal untuk meniatkan diri kita tetap Lillah — > dan kalau sudah sedemikian rupa, maka disinilah letak taqwa kita: karena Allah.

وَمَنْ يَتّقِ اللهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا وَيَرْزُقُهُ مِنْ حَيْثُ لاَ يَحْتَسِبْ. إِتَّقُ الله وَيُعَلِّمُكُمُ الله

Takutlah kepada Allah dan Allah akan memberi ilmu kepada kita.

Ilmu yang dimaksud itu tidak berwujud pelajaran, bukan dari guru, bukan dari kitab, tapi langsung dari Allah kapada kita tanpa perantara. Kalau kita sering dengar istilah dipondok salaf, ilmu ini disebut “ilmu laduni”

Banyak orang kaya buta huruf, tidak pernah sekolah, banyak para tokoh-tokoh pemimpin tidak pernah sekolah kepemimpinan. Disinilah letaknya ilmu yang diberikan oleh Allah kepada kita karena taqwa kita kepada Allah.

Maka jangan takut, selama kita tetap bertaqwa, dan tetap istiqomah, maka Allah akan memberi kita ribuan nikmat, ribuan ilmu.

Lain antara pelajaran dengan ilmu. Pelajaran kita bisa lupa, bisa tidak bermanfaat, hanya bisa disimpan dibuku saja. Tatapi kalau ilmu, itu sudah pasti bermanfaat dan dimanfaatkan. Untuk itu, marilah kita bertaqwa untuk mendapatkan ilmu.

Lalu bagaimana agar kita tetap istiqomah???

Sebuah Hadits mengatakan ;

جَدِّدُوْا إِيْمَانَكُمْ بِقَوْلِ لاَ إِلهَ إِلاَّ الله

“Perbaikilah iman mu dengan selalu membaca Laa ilaaha illallaah…”

Apakah iman seseorang itu perlu ditajdid??? Ya, karena iman itu bisa naik, bisa turun, bisa juga hilang.

 وَيَزْدَادُوا إِيْمَانَهُمْ بَعْدَ إِيْمانِهِمْ

Iman seseorang itu bisa bertambah, tapi bisa juga berkurang. Untuk itu kita selalu tajdid iman kita wirid, dengan dzikir, dengan berpuasa, dengan berbuat baik, amar ma’ruf, nahi munkar. Sehingga dengan demikian iman kita akan bertambah.

Pertambahan iman kita ini akan menambah keyakinan kita bahwa apa yang kita kerjakan, apa yang kita perbuat, apa yang kita pikirkan, semuanya ini dimudahkan dengan pertolongan Allah.

Maka yang kita kerjakan adalah berkerja keras, habis-habisan karena Allah. Dengan itu Allah akan semakin membantu dengan luar biasa. Bersyukur itu berkerja labih baik lagi, lebih banyak lagi, lebih keras lagi ; sehingga produktifitas kita ini tinggi.

Tidak ada kesuksesan pribadi, organisasi, muassasah, tanpa adanya kerja keras. Disinilah pentingnya kerja keras ; keras berfikir, keras berkerja dan karas berdo’a.

Mudah mudahaan kita selalu bisa kerja keras, selalu istiqomah, dan selalu bertaubat kepada Allah. Sehingga Allah selalu memberi kemuliaan kepada kita, bahkan berbarokah, serta hidayah, kita bisa menjadi Rohmatan Lil Aalamiin…. Amiinn…

Walaahu a’lam Bissowaabi….

(Terinspirasi dari nasehat seorang Ustadz kami beberapa tahun yang lalu)