Mei 01
Kreativitas Santri Di luar Kelas (DISCO)

DISCO merupakan singkatan dari Dza ‘Izza Science Comunity. Ekstrakurikuler yang berguna untuk memperdalam pemahaman santri tentang ilmu sains yang mereka pelajari serta mempersiapkan bekal mereka untuk menghadapi olimpiade Sains yang sewaktu waktu bisa saja ada. Selain itu Ekstrakurikuler ini melatih kecakapan santri dalam bereksperiment serta menuangkannya dalam sebuah karya tulis ilmiah. Santri yang tergabung dalam DISCO merupakan santri-santri pilihan yang sudah melewati tes.

Saat ini DISCO dilaksanakan sebanyak dua kali dalam seminggu. Setiap hari Selasa dan Rabu selepas Ashar dengan jumlah santri sebanyak 28 orang. Hari Selasa merupakan waktunya santri bereksperimen serta menggarap karya tulis ilmiah. Agar lebih terarah maka santri dibagi menjadi dua kelompok besar, yaitu “BioKimia” dan “FisMat”. 

Kelompok Biokimia sudah melakukan eksperimen untuk bahan karya tulis ilmiah tentang “Pembuatan Sabun Batang” serta “Pemanfaatan Nasi Basi Menjadi Bioetanol”. Sedangkan kelompok FisMat masih dalam proses pemantapan ide yang akan mereka angkat dalam penulisan karya ilmiah kali ini. Eksperiment ini di bimbing langsung oleh koordinator ekskul DISCO yaitu ustadz Niko Satria Supardi,S.Pd. (guru Biologi) dan ustadzah Januarita Sasni,S.Si,SGI (Laboran IPA Terpadu) tak ketinggalan juga pembimbing mata pelajaran yang punya waktu luang.

Pembuatan Sabun Batang di lakukan oleh santri yang tergabung dalam bimbingan olimpiade mata pelajaran Kimia. Pemilihan tema ini lebih di fokuskan agar terasahnya softskill santri. Meski ini bukan penemuan baru namun santri sangat antusias menjalankannya. Sederhana sebenarnya, kita lihat makna di baliknya. Santri dilatih dalam pemakaian alat kimia, serta mereka juga yang langsung mengerjakan pembuatan sabunnya, sehingga mereka faham bahwa sebenarnya tidak ada yang sulit ketika kita temukan kunci penyelesaiannya. Ada binar bahagia di wajah mereka saat hasil kerja mereka telah berwujud nyata. Dari sana kita berharap ke depannya bakal lahir pribadi yang tak hanya sekedar konsumtif tapi juga produktif, ya minimal faham cara membuatnya.

Pemanfaatan Nasi Basi Menjadi BioEtanol, di kerjakan oleh kelompok yang tergabung dalam mata pelajaran Biologi. Banyak ilmu yang didapat santri dalam tiap tahapan prosesnya. Mulai dari fermentasi hingga destilasi untuk mendapatkan hasil yang lebih murni. Selain ilmu Biologi banyak juga ilmu kimia yang bisa mereka ketahui pada eksperiment ini. Santri belajar peka dengan lingkungan sehingga “memaksa” mereka untuk memanfaatkan sesuatu yang kita anggap tak berarti menjadi sesuatu yang pantas untuk di hargai. Lalu “nikmat Tuhannmu yang manakah yang engkau dustakan?”

Hari Rabu merupakan saatnya untuk persiapan menghadapi olimpiade dengan melahap soal-soal olimpiade bersama pembimbing masing-masing mata pelajaran. Santri akan langsung membentuk kelompok dengan minat yang sama bersama guru pembimbing sesuai dengan bidangnya masing-masing. Agar lebih terfokus santri di bagi menjadi empat kelompok besar yaitu Matematika, Fisika, Biologi dan Kimia dengan pembimbing dari guru mata pelajaran yang bersangkutan. 

Harapan kami sederhana, Santri mampu melahirkan poster dan karya tulis ilmiah tentang eksperiment yang di kerjakan serta mempunyai Jurnal Ilmiah yang bisa di publikasikan. Tidak terlupa juga untuk dapat bersaing dalam Olimpiade Sains baik Nasional apalagi Internasional. Oleh karena itu kami senantiasa menanti saran dan masukan demi perbaikan kedepannya. 

Mimpi kita boleh tinggi agar kita punya semangat untuk terus berusaha meraihnya, namun jangan lupa tetap rendah hati karena sesungguhnya kita bukan siapa-siapa tanpa anugerah ilmu dan kasih sayang dari-Nya. Sejatinya IPTEK (Ilmu Pengetahuan dan Teknologi) harus berbanding lurus dengan IMTAQ (Iman dan Taqwa). Fastabiqul Khayrat. (Januarita Sasni)

Apr 29
Meningkatkan Pengembangan Bahasa Santri Daar el-Qolam 3 (EL-MUMTAZ)

El-Mumtaz adalah salah satu kegiatan ekstrakulikuler dalam bidang pengembangan bahasa. Anggota dari El-Mumtaz adalah santriwan dan santriwati pilihan yang memiliki bakat di bidang public speaking serta memiliki kemauan untuk mengembangkan potensi yang dimiliki.

Sebelum nama El-Mumtaz tersematkan di Daar el-Qolam 3, ekskul ini terinspirasi dari El-Markazi kelompok public speaking yang berada di Daar el-Qolam 1 dan 2, kemudian berubah menjadi El-Izza, El-Zahid dan terakhir adalah El-Mumtaz. Anggota dipilih melalui proses seleksi dan interview. Pembimbing dari El-Mumtaz adalah Ustadz Syahril Arnas, S.S. dan Ustadzah Siti Farihah, S.Pd. Anggota terdiri dari santriwan dan santriwati kelas 1, 2, 3 SMP, 1, 2 SMA dan kelas 3 SMA sebagai pengurus. Jumlah anggota saat ini ada 32 santriwan dan 36 santriwati. 

Sama halnya dengan kegiatan pidato yang lain, El-Mumtaz diadakan pada Kamis malam di tempat yang berbeda. El-Mumtaz memiliki beberapa kegiatan selain belajar berpidato, yaitu latihan debat, training, speech hut (performance) di depan para wali santri 2 kali setiap bulan. Selain dilatih dalam kecakapan berbahasa dan berpidato, tujuan utama El-Mumtaz ini adalah dilatih untuk percaya diri tampil di depan publik. (Siti Farihah)

Apr 26
Robotik Daar el-Qolam 3

Robotik adalah perpaduan berbagai disiplin ilmu, khususnya mekanik, elektronik, dan komputer. Perpaduan mekanik dan elektronik bisa tercipta robot. Robot sederhana yang memiliki banyak manfaat baik untuk membantu pekerjaan manusia atau sebagai media bermain dan games. Robotik Daar el-Qolam merupakan salah satu ekstrakulikuler yang berdiri dibawah naungan direktur sumberdaya manusia yang diketuai oleh Ustadz Syamsudin.

Robotik Daar el-Qolam 3 berdiri pada Desember 2011 yang pertama kali dibentuk oleh Ustadz Mulia Iskandar Alam sebagai implementasi konkrit dari visi dan misi pondok pesantren Daar el-Qolam yaitu memperluas medan juang dan dakwah dalam bidang teknologi yang berlandaskan iman dan taqwa. Robotik Daar el-Qolam membentuk Dza-‘Izza Robotik Daar el-Qolam 3 (DROID) yang didirikan pada tanggal 17 Juni 2013. Ekstrakulikuler ini dapat diikuti oleh seluruh santri Daar el-Qolam 3 yang diseleksi dengan sangat ketat melalui tes. Sampai saat ini DROID memiliki anggota sebanyak 28 orang yang terdiri dari santri SMP dan SMA serta dua orang pembimbing yaitu Ustad Muhammad Habiburrohman dan Ustadzah Siti Nurazijah.

Apa Saja Kegiatan Robotik?

Kegiatan robotik saat ini meliputi bimbingan pembuatan robot, bimbingan pengajaran program dasar-dasar robotik, pengenalan jenis-jenis sensor robotik, bimbingan sistem arduino, menghadiri sejumlah event serta bimbingan praktek mendesain robot. 

Robotik Daar el-Qolam 3 berkembang dengan sangat baik. Robotik Daar el-Qolam 3 sudah beberapa kali menjuarai berbagai perlombaan baik nasional maupun internasional. Kejuaraan lomba yang di dapat pada tahun 2016 yaitu juara 1 Robot Creative pada event Thamrin Cup skala Nasional dan juara 2 Robot Creative pada event International Robotic Games (IRG) di PKP Jakarta Islamic School skala Internasinal. Robotik Daar el-Qolam 3 kini tak  dipandang sebelah mata oleh per-robotikan di Indonesia. (Nurazizah)

Apr 07
Pelatihan Tajhizul Mayit (Tata Cara Mengurus Mayat)

Seluruh santri wajib mengikuti pelatihan tajhijul mayit atau tata cara mengurus mayat khususnya kelas 3 Extention atau 3 SMA Daar-El Qolam 3 kampus Dza ‘Izza. Pelatihan ini didampingi oleh ustad-ustad yang sudah ditunjuk langsung dari pihak pondok. Pengurusan mayit sebetulnya sudah dipelajari secara teoritis di dalam kelas pada pelajaran Ilmu Fiqih,

namun untuk memantapkan dan mengaplikasikan hal tersebut perlu dilakukan praktek secara langsung dengan tujuan santri mampu mengamalkan dalam kehidupannya kelak di masyarakat.

“Peristiwa kematian dalam masyarakat sering terjadi tanpa mengenal usia, apakah teman, saudara, ayah dan ibu. Oleh karena itu, santri Daar el-Qolam 3 dibekali ilmunya sebelum terjun dalam masyarakat,” kata Ustadz H. Pulung Jhoni sebagai pembimbing. (Ahdar)