Okt 29
Mendidik dengan Kesabaran

Mendidik anak dibutuhkan kesabaran.  Tanpa hati yang sabar tentunya mengasuh dan mendidik anak akan menjadi sesuatu yang tidak menyenangkan dan menjengkelkan. Perilaku anak yang acap kali tidak sesuai dengan keinginan kita harus kita hadapi setiap hari.  Mulai dari anak yang mengompol sembarangan, sering bertengkar dengan adik ataupun anak tetangga, rewel dan suka merengek, susah diajari, malas dan masih banyak lagi tipikal kelakuan anak bandel lainnya yang harus kita sikapi dengan ekstra sabar.

Pekerjaan rumah yang harus diselesaikan ataupun tugas-tugas lainnya yang masih terbengkalai menambah ujian dalam keseharian kita.  Ya memang anak merupakan ujian yang harus bisa kita selesaikan dengan baik.  Ia tak boleh kita hadapi dan diselesaikan dengan penuh emosi ataupun hardikan.  Pikiran yang terkendali dan emosi yang senantiasa stabil harus selalu kita hadirkan agar tugas dan kewajiban dalam mengasuh anak bisa berhasil dengan baik.

Anak merupakan harta tak ternilai dan sekaligus ujian yang diberikan Allah Swt kepada kita. Kemampuan kita dalam menghadirkan kesabaran ketika mendidiknya akan berbuah manis dan tentunya akan mendapatkan pahala yang berlipat dari Allah Swt.  Buah manis ini akan kita rasakan manakala anak sudah beranjak dewasa dan anak melakukan segala kebaikan-kebaikan yang telah kita ajarkan kepadanya.  Ya, anak berbakti merupakan dambaan kita semua dan itu merupakan hiasan dunia yang akan menyejukkan pandangan mata kita dan harta yang tak ternilai.  Jerih payah dan tenaga yang sudah kita keluarkan akan sebanding dengan apa yang akan kita dapatkan yaitu anak yang berbakti kepada orang tua.

Ada beberapa hal yang harus kita hadirkan sabar ketika sedang mendidik anak yaitu antara lain

1.      Sabar dalam membentuk pribadi anak

Untuk membentuk pribadi yang baik maka anak harus diajarkan kebaikan-kebaikan mulai dari perilaku dan kebiasaan-kebiasaan positif dalam keseharian hidup. Transfer kebaikan kepada anak tentunya dibutuhkan perjuangan karena anak pastinya tidak akan langsung bisa mempraktekkannya. Dibutuhkan proses dan keteladanan.  Kebaikan yang diajarkan mulai dari tata cara beribadah, adab dan sopan santun serta kebiasaan-kebiasan baik lainnya yang harus diterapkan anak.  Hal ini tentunya dibutuhkan sabar mengingat gempuran demi gempuran keburukan juga senantiasa mengincar terutama dari faktor eksternal.

 

2.      Sabar dalam menjawab rasa ingin tahu anak

Semua orang tua pasti merasakan bagaimana anak-anak kita ketika mulai aktif bertanya tentang segala sesuatu yang belum ia tahu.  Bahkan anak akan cenderung lebih kritis dan terkadang menanyakan tentang sesuatu yang sepele namun kita akan mengalami kesusahan dalam menjawabnya.  Hal ini bisa terjadi dikarenakan logika anak tentunya belum sama dengan logika orang dewasa yang akan mudah cepat untuk paham.  Sehingga ketika anak kita berikan penjelasan anak juga belum memahaminya dengan baik.

Rasa ingin tahu anak harus bisa kita jawab dan tidak boleh kita acuhkan begitu saja ataupun hanya menganggap bahwa pertanyaan tersebut sangat tidak berguna.  Hal ini akan bisa menjadi sesuatu yang berbahaya dan menakutkan apabila anak bosan bertanya kepada orang tuanya dan lebih memilih bertanya kepada orang lain.  Bagaimana kalu jawaban yang diberikan orang lain justru tidak benar dan menyesatkan anak kita?

3.      Bersabar dalam mendampingi anak

Banyak hal yag membuat kita harus dekat dengan anak.  Salah satunya adalah anak juga merupakan makhluk yang juga akan punya permasalahan.  Sebagai orang tua kita harus mampu mendengarkan dan menjadi teman yang baik ketika anak sedang bercerita tentang hidupnya.  Meremehkan hal ini akan membuat anak lebih memilih untuk bercerita kepada orang lain.  Jika hal ini berkelanjutan maka anak tidak akan memiliki kepercayaan terhadap orang tuanya.  Jadi bersabarlah dalam menghadapi setiap keluhan anak meskipun permasalahan yang kita hadapi juga semakin kompleks dan beruntun.

4.      Sabar menahan emosional

Banyak sekali perilaku-perilaku anak yang harus kita hadapi dengan ekstra sabar.  Karena terkadang kita tanpa sadar meluapkan emosi ketika anak berbuat salah.  Yang harus dilakukan adalah menenangkan hati dan pikiran baru kemudian memberikan nasehat kepada anak, bukan dengan menasehati anak dalam kondisi emosi yang memuncak. 

5.      Sabar ketika belum berhasil

Bersabarlah ketika hasil yang kita inginkan belum sesuai dengan harapan kita.  Teruslah berusaha dan mencari ilmu baru agar proses mendidik anak menuju titik sempurna sehingga anak bisa menghasilkan sesuatu yang terbaik.  Misalnya adalah ketika anak juga belum bisa membaca.  Apakah kita harus memaki dan mengomeli anak?  Tentunya ya harus sabar ketika metode yang kita gunakan juga belum kunjung berhasil dan bertanyalah kepada ahlinya hingga anak akan berhasil untuk bisa membaca.  Dan masih banyak lagi contoh lainnya yang harus kita hadirkan sabar dalam menanganinya.

Kata sabar terlihat sepele namun dalam aplikasinya perlu perjuangan yang kuat.  Hati yang sabar harus senantiasa kita pupuk agar tidak habis tergerus oleh perilaku-perilaku anak yang belum berkesesuaian dengan keinginan kita.  Latihan yang berkesinambungan, doa yang tak pernah putus, menghadiri majelis keilmuan, berteman dengan orang baik merupakan cara yang ampuh untuk memupuk jiwa sabar agar tetap ada dalam diri kita. Semoga kesabaran kita dalam mendidik dan mengasuh anak menjadi lahan ibadah dan menjadi amal kebaikan yang takkan pernah terputus.  Amin.

Mendidik anak itu tidak mudah, akan ada onak dan duri. Memupuk kesabaran juga bukan perkara gampang. Bukankah kita tahu bersama bahwa jalan menuju surganya Allah penuh dengan hal-hal yang tidak kita sukai?  Setuju tidak, bahwa merawat dan mendidik anak itu butuh bergunung-gunung kesabaran? Dari pagi sampai malam kita harus menghadapi tingkah polah anak yang tak ada habisnya. Tak mau turun dari gendongan, bertengkar dengan adiknya, sering kebobolan ngompol saat toilet training, mudah menangis, tidak mau makan, merengek tak hentinya minta jajan, dan tentu masih banyak lagi yang lainnya. Padahal kita pun sudah lelah dengan pekerjaan rumah yang tak kunjung ada habisnya.

Ketika itu mungkin emosi kita sudah memuncak hingga ubun-ubun, kepala serasa mau pecah, dada terasa sesak. Saat itu yang kita butuhkan adalah kejernihan pikiran sehingga bukan amarah yang menguasai kita. Disaat seperti itulah mestinya kita mau merenungkan sebuah hadits yang diberitakan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dari Shuhaib radhiyallahu’anhu,

 

عَجَبًا لِأَمْرِ الْمُؤْمِنِ، إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ، وَلَيْسَ ذَاكَ لِأَحَدٍ إِلَّا لِلْمُؤْمِنِ، إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ، فَكَانَ خَيْرًا لَهُ، وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ، صَبَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ

”Sungguh menakjubkan urusan seorang mukmin. Sesungguhnya semua urusannya adalah baik untuknya. Dan hal itu tidak ada kecuali pada diri seorang mukmin. Apabila dia mendapatkan kesenangan maka dia pun bersyukur, maka hal itu adalah kebaikan untuknya. Apabila dia tertimpa kesulitan maka dia pun bersabar, maka hal itu juga sebuah kebaikan untuknya.” (HR. Muslim [2999] lihat al-Minhaj Syarh Shahih Muslim[9/241])

Anak adalah ujian bagi orang tuanya. Jika kita mampu bersabar dalam mendidik mereka tentu akan ada balasan pahala dari Allah, dan kelak kita akan menuai buah dari kesabaran yang manis bagaikan madu. Yaitu ketika mereka telah dewasa, kala mereka telah terbiasa dan terdidik dengan kebaikan yang kita ajarkan dan mereka menjadi manusia yang taat pada Rabbnya. Sabar jika ikhtiar kita dalam mendidik anak belum menunjukkan hasil yang maksimal. Bersabarlah jika belum ada hasil yang maksimal dalam mendidik anak kita. Selalulah ingat bahwa Allah akan selalu melihat proses bukan hasil. Setiap ikhtiar kita mendidik anak akan Allah balas meskipun itu hal yang kecil. Selalulah mendoakan anak kita agar mereka menjadi anak yang shalih-shalihah.

Okt 28
Peneliti Teladan; Penghargaan dari Ajang LKIR ke 49 LIPI tahun 2017

Generasi muda Indonesia sebagai penerus bangsa tentu perlu sebuah wadah untuk menampung dan menguji ide – ide ilmiah mereka secara mendalam. Sebagai bagian dari revolusi mental, LIPI diharapkan dapat mengambil peran khususnya dalam membudayakan pemikiran ilmiah dalam diri remaja Indonesia. Penyelenggaraan kompetisi Ilmiah bagi remaja merupakan salah satu upaya pembinaan ilmiah yang dilakukan oleh LIPI.

IMG-20171024-WA0005.jpg

LIPI berupaya agar tiap penyelenggaraannya ada peningkatan baik dari segi kualitas maupun kuantitas. Diperlukan sebuah panduan umum bagi setiap calon peserta agar dapat mengikuti kompetisi dengan persiapan yang lebih matang. Oleh karena itu, disusunlah Buku Pedoman Kompetisi Ilmiah LIPI ini. Dalam buku ini dipisahkan menjadi dua bagian, yakni Lomba Karya Ilmiah Remaja (LKIR) dan National Young Inventors Awards (NYIA).

LKIR sendiri merupakan kompetisi ilmiah remaja tertua di Indonesia, dilaksanakan untuk ke-49 kalinya pada tahun 2017 ini. Hal yang membedakan LKIR dengan penyelenggaraan kompetisi sejenis lainnya adalah adanya sesi pembimbingan (mentoring). Selama masa pembimbingan tersebut, para peserta dengan proposal yang terpilih akan mendapatkan bimbingan langsung dari peneliti – peneliti LIPI dengan kepakaran yang sesuai dengan proposal mereka

IMG-20171025-WA0007.jpg

Kegiatan LKIR ke 49 tahun 2017 ini Siswa SMA Pondok Pesantren Daar el Qolam berhasil mengikuti ajang tersebut dengan memperoleh penghargaan Peneliti Teladan dari LIPI atas nama Sahrul Ramadhan; Siswa kelas XII IPA. Prestasi sangat membanggakan karena dari ribuan proposal yang diajukan hanya 52 proposal terbimbing yang dapat melanjutkan presentasi dan pameran di acara final di Jakarta. Semoga prestasi gemilang ini dapat diteruskan dan menjadi lebih baik pada masa yang akan datang.

Maju terus peneliti Muda.. Maju terus Daar el Qolam..

Okt 28
Peningkatan Literasi Sekolah dengan Pemanfaatan Perpustakaan Sekolah

3IMG-20171028-WA0031.jpg

Perpustakan sekolah sebagai salah satu sarana pendidikan dan penunjang kegiatan belajar siswa memegang peranan yang sangat penting dalam memacu tercapainya tujuan pendidikan di sekolah. Berikut beberapa manfaat perpustakaan bagi sekolah.

  • Perpustakaan sekolah dapat menimbulkan kecintaan murid murid tehadap membaca
  • Perpustakaan sekolah dapat memperkaya pengalaman belajar murid-murid
  • Perpustakaan sekolah dapat menanamkan kebiasaan belajar mandiri
  • Perpustakaan sekolah dapat mempercepat proses penguasaan teknik membaca
  • Perpustakaan sekolah dapat membantu perkembangan kecakapan berbahasa
  • Perpustakaan sekolah dapat membantu murid-murid menyelesaikan tugas-tugas sekolah 
  • Perpustakaan sekolah dapat membantu guru-guru menemukan sumber-sumber pelajaran
  • Perpustakaan sekolah dapat membantu murid-murid, guru-guru dan anggota staf sekolah dalam mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi

 

Penyelenggaraan perpustakaan sekolah bukan hanya untuk mengumpulkan dan menyimpan bahan-bahan pustaka, tetapi dengan adanya penyelenggaraan perpustakaan sekolah diharapkan dapat membantu siswa dan guru menyelesaikan tugas-tugas dalam proses belajar mengajar. Oleh sebab itu segala bahan pustaka yang dimiliki perpustakaan sekolah harus dapat menunjang proses belajar mengajar.

IMG-20171028-WA0035.jpg

Apabila ditinjau secara umum, perpustakaan sekolah itu sebagai pusat belajar, sebab kegiatan yang paling tampak pada setiap kunjungan murid-murid adalah belajar, baik belajar masalah-masalah yang berhubungan langsung dengan mata pelajaran yang diberikan di kelas, maupun buku-buku lain yang tidak ada hubungannya dengan pelajaran. Akan tetapi apabila ditinjau dari sudut tujuan siswa-siswa mengunjungi perpustakaan sekolah, maka ada yang tujuannya untuk belajar, ada yang tujuannya untuk berlatih menelusuri buku-buku perpustakaan sekolah, ada yang tujuannya memperoleh informasi, bahkan ada yang tujuannya hanya untuk mengisi waktu senggangnya atau sifatnya rekreatif.

 

Beberapa fungsi perpustakaan sekolah antara lain sebagai berikut :

  1. Sebagai sumber belajar.
  2. Membantu peserta didik memperjelas dan memperluas pengetahuan    pada setiap bidang studi.
  3. Mengembangkan minat dan budaya membaca yang menuju kebiasaan mandiri.
  4. Membantu anak untuk mengembangkan bakat, minat dan  kegemarannya.
  5. Membiasakan anak untuk mencari informasi di perpustakaan.
  6. Perpustakaan sekolah merupakan tempat memperoleh bahan rekreasi sehat.
  7. Perpustakaan sekolah memperluas kesempatan belajar bagi peserta didik.

Beberapa fungsi perpustakaan sekolah sebagai berikut :

1.    Fungsi edukatif

Perpustakaan sekolah menyediakan buku-buku baik fiksi maupun non fiksi. Adanya buku-buku tersebut dapat membiasakan siswa-siswa belajar mandiri. Selain itu adanya perpustakaan sekolah dapat meningkatkan minat membaca siswa-siswa sehingga meningkatkan penguasaan teknik membaca.

2.    Fungsi informatif

Perpustakaan menyediakan berbagai macam informasi baik tercetak, terekam dan koleksi lainnya yang dapat memberikan informasi atau keterangan yang dibutuhkan oleh pengguna perpustakaan.

3.    Fungsi tanggung jawab administratif

Dalam perpustakaan sekolah terdapat hal-hal yang dilakukan oleh siswa, seperti peminjaman dan pengembalian buku dan adanya tata tertib perpustakaan yang harus dipatuhi oleh siswa. Semua itu selain mendidik siswa-siswa kearah tanggung jawab juga membiasakan untuk bersikap dan bertindak secara administratif.

Sep 23
Peringatan Tahun Baru Islam di Lingkungan Pondok Pesantren Daar el Qolam
 

1 Muharram atau bisa dikatakan sebagai tahun baru islam merupakan bulan pertama dalam kalender islam. Muharam sendiri merupakan salah satu dari empat bulan suci pada tahun ini.

Kata ‘muharam’ sendiri berasal dari kata haram mempunyai arti ‘Terlarang’ atau ‘Berdosa’. Muharam juga dianggap sebagai bulan paling suci kedua setelah bulan Ramadhan. Sejumlah warga pun berpuasa sepanjang hari ini dan pada hari ke sepuluh muharam ialah hari Asyura.

Masyarakat kecamatan Jayanti kabupaten Tangerang mengadakan peringatan 1 muharram dengan kegiatan takbir keliling dan pawai obor. Kegiatan ini diadakan oleh Pondok Pesantren Daar el qolam dan ustdaz-ustdaz pengurus Islamic centre kecamatan Jayanti.

Biasanya mulai 1 Muharram warga muslim berpuasa dan puasa itu sendiri berbeda antara sejumlah kelompok muslim. Seperti muslim Sunni yang hanya menjalankan pausa pada hari keselpuluh ataupun hari kesembilan dan kesepuluh.

Sep 23
KULIAH UMUM SANTRI dan ASATIDZ - Dekan Fakultas Bahasa Arab dan Fakultas Kedokteran Universitas Al-Azhar Kairo Mesir

KULIAH UMUM SANTRI - Kunjungan Dr. Shabi Abdul Dayim dan Dr. Ishaq Abdul 'Al, Dekan Fakultas Bahasa Arab dan Fakultas Kedokteran Universitas Al-Azhar Kairo Mesir, ini membuat beberapa santri greget untuk mengutarakan pertanyaan-pertanyaan. Kuliah umum yang diikuti kurang lebih seribu santri tersebut berjalan lancar. Semoga dengan kunjungan dua dekan dari Universitas Al-Azhar itu mampu memberikan tambahan wawasan pada para santri, memberikan wacana baru, dan menguatkan tekad bahwa santri harus go global dan menjadi global player.

Malam harinya dilanjutkan dengan kuliah umum para asatidz Dirasah Islamiyah wa Lughah Arabiyah Pondok Pesantren Daar el-Qolam mengikuti Kuliah umum dari Dekan Fakultas Bahasa Arab dan Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Al-Azhar Kairo, Mesir tersebut.

1 - 5Next