Skip Ribbon Commands
Skip to main content
Daar el-Qolam > Falsafah, Visi, Misi, dan Identitas Kepesantrenan

Falsafah, Visi, Misi, dan Identitas Kepesantrenan

Landasan Pemikiran

Pondok Pesantren Daar el-Qolam adalah sebuah institusi pendidikan Islam yang moderat dan berdiri untuk semua golongan.

Dasar Filosofis

يَرْفَعِ اللهُ الّذِيْنَ أمَنُوا مِنْكُمْ وَ الَّذِيْنَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ

...Niscaya Allah akan meninggikan derajat orang-orang Mukmin yang ikhlas dan orang-orang yang berilmu menjadi beberapa derajat.
Q.S. Al-Mujadalah: 11

كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلْنَّاسِ تَأْمُرُوْنَ بِالْمَعْرُوْفِ وَ تَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَ تُؤْمِنُوْنَ بِاللهِ

Kalian, wahai umat Muhammad, adalah umat paling baik yang diciptakan Allah di muka bumi untuk manfaat orang banyak. Yaitu, selama kalian tetap berpegang pada prinsip al-amr bi al-ma'rûf wa al-nahy 'an al-munkar (menyuruh kepada yang makruf dan melarang dari yang mungkar) dan beriman dengan sesungguhnya kepada Allah...
Q.S. Ali Imran: 110

Visi

Mempersiapkan kader yang mu'min, muttaqin dan rasikhina fil ilmi.

Misi

  1. Mendidik santri untuk menjiwai Panca Jiwa dan Motto Pondok
  2. Mendidik santri untuk menguasai ilmu pengetahuan dan teknlogi
  3. Memperluas medan juang santri

Sifat dan Karakteristik

Sifat MMI Pondok Pesantren Daar el-Qolam adalah "Berdiri di atas dan untuk semua Golongan". Ini berarti, Pondok Pesantren tidak terikat dengan satu aliran tertentu, atau salah satu golongan organisasi masyarakat sosial (ormas) tertentu, atau salah satu golongan politik tertentu. MMI Pondok Pesantren Daar el-Qolam juga mengajarkan nilai-nilai keislaman yang santun, moderat, toleran, dan inklusif.

MMI Pondok Pesantren Daar el-Qolam adalah salah satu jenis pondok pesantren yang mengembangkan sistem pendidikan pondok modern (khalafiy). Para santri selain dididik dan diajarkan ilmu pengetahuan agama, juga dibekali ilmu-ilmu pengetahuan umum yang menggunakan sistem dan kurikulum sekolah. Yang lebih penting dari itu adalah penanaman disiplin hidup dan disiplin dalam beribadah. Dengan demikian para santri diharapkan mempunyai wawasan dan pengetahuan yang seimbang antara ukhrawi dan duniawinya.

Arah dan Tujuan

Pondok Pesantren Daar el-Qolam secara umum mempunyai dua tujuan dalam pendidikan yakni: tujuan kemasyarakatan dan tujuan mencari ilmu (thalab al-ilm) sebagaimana berikut:

Tujuan Kemasyarakatan

Santri di Daar el-Qolam dididik untuk memahami dan menjadi bagian dari masyarakat dan karena itu diharapkan mereka mampu memberikan konstribusi dalam menyelesaikan masalah-masalah yang ada dalam masyarakat. Daar el-Qolam merupakan miniatur masyarakat dimana santri dengan latar belakang berbeda berinteraksi. Santri dibekali untuk mengatur kehidupannya secara individu dan kolektif sebelum mereka kembali menjadi bagian dari masyarkat yang sesungguhnya.

Untuk itu, Daar el-Qolam membekali para santri dengan berbagai macam ilmu dan keterampilan secara terencana, dengan mengajarkan makna tanggng jawab dengan memberikan kesempatan mereka untuk berinovasi dalam mencari dan menciptakan sesuatu yang bermanfaat. Daar el-Qolam juga menanamkan etos bekerja keras, keikhlasan dan kepemimpinan sehingga diharapkan tumbuhnya rasa percaya diri dan mudah beradaptasi dan berinteraksi serta cakap dalam mengambil keputusan.

Tujuan Mencari Ilmu

Selain tujuan kemasyarakatan, Daar el-Qolam juga secara konsisten menanamkan etos untuk terus mencintai ilmu dan menuntut ilmu dengan niat suci ibadah memenuhi perintah Allah. Tujuan pendidikan di Daar el-Qolam adalah mencetak generasi muda Islam yang beriman dan berilmu pengetahuan. Daar el-Qolam terus berusaha untuk secara dalam menyiapkan generasi di atas, tidak sebatas kepada semangat melepaslkan dikotomi ilmu, lebih dari itu pada tataran aplikasinya Daar el-Qolam mengintegrasikan sistem pendidikan yang ada di Indonesia. Boleh dikatakan Daar el-Qolam adalah lembaga pendidikan pesantren yang berbasis sekolah (pesantren based school). Tradisi sekolah dipadukan dengan tradisi pesantren modern yang menekankan pada penguasaan bahasa asing dan kedisiplinan.

Panca Jiwa Pondok Modern

Pondok Pesantren Daar el-Qolam (dan beberapa pesantren alumni Pondok Modern Daarussalam Gontor serta alumni Daar el-Qolam sendiri) mengusung lima dan empat falsafah yang disebut dengan "Panca Jiwa dan Motto Pondok Modern". Panca Jiwa adalah lima prinsip dasar yang mesti tertanam dalam jiwa siapapun yang menjadi penghuni pondok, entah itu kiyai, guru ataupun santri. Panca Jiwa Pondok adalah sebagai berikut:

1. Keikhlasan

Jiwa ikhlas ialah perkara yang utama dan pertama yang mesti ada dalam diri manusia. Ikhlas mempunyai makna yang sangat dalam, yaitu membuang unsur-unsur yang mengarah kepada kepentingan pribadi yang dapat mengotori tujuan hidup, serta juga tujuan pendidikan dan pengajaran.

Keikhlasan memiliki makna yang sangat luas, namun bila diartikan secara verbal keikhlasan berarti sepi ing pamrih rame ing gawe, yakni berbuat sesuatu bukan atas dasar dorongan nafsu untuk mendapatkan keuntungan-keuntungan tertentu, segala perbuatan yang dilakukan semata-mata bernilai ibadah Lillahi ta'ala. Dengan demikian, jiwa ini artinya berbuat segala sesuatu bukan karena didorong oleh keinginan memperoleh keuntungan tertentu. Segala pekerjaan dilakukan dengan niat semata-mata ibadah lillâhi ta`âlâ. Kiyai ikhlas mendidik, santri ikhlas dididik dan mendidik diri sendiri, dan para pembantu kiyai ikhlas dalam membantu menjalankan proses pendidikan.

Jiwa keikhlasan ini akan melahirkan sebuah iklim yang sangat kondusif, harmonis pada semua tingkatan dari tingkatan paling atas sampai tingkatan yang paling bawah sekalipun, suasana yang harmonis antara sosok Kiyai yang penuh kharismatik dan disegani, para asâtîdz yang tak pernah bosan untuk membimbing dan santri yang penuh cinta, taat dan hormat. Jiwa ini akan melahirkan santri yang militan siap terjun berjuang di jalan Allah kapan dan di manapun.

2. Kesederhanaan

Maksudnya adalah melakukan sesuatu berdasarkan keperluan bukan keinginan. Dengan demikian kesederhanaan adalah sikap yang tidak diukur oleh kuantitas, besar atau kecil, banyak atau sedikit, murah atau mahal. Kesederhanaan berasaskan kepada kemampuan bukan kemauan.

Kehidupan di dalam pondok diliputi oleh suasana jiwa kesederhanaan. Sederhana tidak berarti pasif, tidak juga berarti miskin atau melarat, karena sederhana harus disesuaikan dengan kemampuan. Di dalam kesederhanaan terdapat nilai-nilai kekuatan, kesanggupan, ketabahan penguasaan dan pengendalian diri dalam menghadapi perjuangan hidup. Dan dalam kehidupan di pesantren inilah nilai-nilai kesederhanaan itu ditanamkan kepada seluruh santri.

Di dalam kesederhanaan ini terpancar jiwa besar, berani maju dan pantang mundur dalam segala keadaan. Bahkan disinilah hidup dan tumbuhnya mental dan karakter yang kuat, yang menjadi syarat mutlak bagi suksesnya perjuangan dalam segala segi kehidupan.

3. Berdikari

Berdikari atau kesanggupan menolong diri sendiri merupakan prinsip dan senjata ampuh yang dibekalkan pesantren kepada para santrinya. Berdikari tidak saja dalam arti bahwa santri sanggup belajar dan berlatih mengurus segala kepentingannya sendiri, tetapi pondok pesantren itu sendiri–sebagai lembaga pendidikan–juga harus sanggup berdikari sehingga tidak pernah menyandarkan kehidupannya kepada bantuan atau belas kasihan pihak lain.

Pada perjalanannya Pondok Pesantren Daar el-Qolam tidak kaku dan lebih mengoptimalkan kekuatan di dalam tetapi sikap berdikari juga lebih diartikan sebagai swadaya yaitu sama-sama berpartisipasi dan sama-sama merasakan.

Sifat ini juga sangat penting untuk melahirkan jiwa-jiwa militan yang siap berjuang dan berbakti kepada masyarakat. Bagi Pondok jiwa berdikari berarti tidak menggantungkan kepada bantuan orang lain.

4. Ukhuwah Islamiyah

Prinsip ini bertujuan menjalin hubungan sesama manusia yang berasaskan kepada prinsip dari ajaran Islam yang damai dan toleran. Ukhuwah dalam Islam adalah nilai persaudaran dengan semangat tolong menolong yang tidak melihat batas-batas tertentu, seperti golongan, etnik bahkan agama atau keyakinan orang lain. Islam menyuruh umatnya untuk menghormati siapapun, bekerjasama dan bergaul tanpa memandang status sosial bahkan keyakinannya. Hal ini tentunya sangat selaras dengan ajaran Islam sebagai agama yang menyebarkan kedamaian universal atau rahmatan lil âlamîn.

Kehidupan di pondok pesantren diliputi suasana persaudaraan yang akrab, dengan saling menghormati satu sama lain, walaupun santri yang datang dan belajar berlatar daerah, suku dan budaya. Segala suka dan duka dirasakan bersama dalam jalinan persaudaraan keagamaan. Tidak ada lagi dinding yang dapat memisahkan antara mereka, meskipun mereka itu beasal dari berbagai latarbelakang yang berbeda. Pada prinsipnya perbedaan tidak dijadikan sebagai faktor perpecahan tetapi perbedaan sebagai keberkahan dari sang maha pencipta Allah SWT. Ukhuwah ini tidak saja selama mereka di dalam pondok, melainkan juga mempengaruhi ke arah persatuan umat dalam masyarakat ketika santri terjun ke masyarakat.

5. Kebebasan

Bebas dalam berpikir dan berbuat, bebas dalam menentukan masa depan, bebas dalam memilih jalan hidup, dan bahkan bebas dari berbgai pengaruh negatif dari luar masyarakat. Jiwa bebas ini akan menjadikan pengasuh pondok, pemimpin pondok, pendidik dan santri berjiwa besar dan optimis dalam menghadapi segala kesulitan sesuai dengan nilai-nilai yang telah diajarkan kepada mereka di pondok. Hanya saja kebebasan ini seringkali disalah artikan yang pada akhirnya akan menghilangkan arti dari kebebasan itu sendiri dan berakibat hilangnya arah dan tujuan bahkan prinsip.

Kebebasan harus tetap pada garis yang benar, garis yang benar itu sendiri adalah kebebasan dalam garis-garis positif dengan penuh tanggung jawab baik dalam kehidupan di pondok pesantren itu sendiri maupun dalam kehidupan masyarakat.


Jiwa-jiwa yang tersebut diatas itulah yang harus harus ditanamkan dalam kehidupan santri di pondok pesantren sebagai bekal kelak nanti terjun ke dalam kehidupan masyarakat, jiwa-jiwa ini juga harus terus dijaga dan dikembangkan dengan sebaik-baiknya. Sikap ini berarti melepaskan diri dari pengaruh orang lain baik pikiran ataupun tindakan. Kebebasan bukan dimaksudkan berbuat sesuka hati, tetapi kebebasan dalam menentukan sikap dan pendapat yang tidak bertentangan dengan nilai-nilai dasar ajaran Islam. Kebebasan juga bersikap moderat tanpa memihak, yang dibelanya adalah kebenaran sesuai dengan ajaran agama.

Motto Pondok Modern

Pendidikan yang ada di MMI Pondok Pesantren Daar el-Qolam menekankan pada pembentukan pribadi mukmin, muslim yang berbudi luhur, berbadan sehat, berpengetahuan luas dan berpikiran bebas. Sifat-sifat ini adalah motto pendidikan di MMI Pondok Pesantren Daar el-Qolam. Moto Pondok Pesantren merupakan elemen penting dalama proses pendidikan dan pengajaran di lingkungan MMI Pondok Pesantren Daar el-Qolam. Motto Pondok Modern adalah sebagai berikut:

1. Berbudi luhur

Ini adalah sifat yang harus ada dalam diri manusia terutama generasi muda. Sifat ini sangat penting dan haruslah berada pada tingkat pertama sebelum sifat-sifat lain yang akan dimiliki.

2. Berbadan Sehat

Sebagai calon pemimpin masyarakat, kualitas fisik yang sehat dan kuat juga sangat penting. Akhlak yang mulia, ditambah dengan fisik yang prima akan melahirkan insan tangguh dalam menghadapi setiap tantangan dan cobaan.

3. Berpengetahuan Luas

Syarat ini tentunya tidak diragukan lagi. Ia juga syarat utama yang mesti dimiliki oleh calon pemimpin masa depan. Kesempurnaan seorang pemimpin dapat diketahui melalui budi pekerti, badan yang sehat serta pengetahuannya yang luas.

4. Berpikiran Bebas

Kepribadian yang dibalut dengan akhlak, fisik yang sehat, ilmu yang luas harus mampu menempatkan dirinya pada tempat yang bebas, tidak terikat kepada siapapun. Yang dibelanya hanyalah kebenaran untuk kemaslahatan umat.

Panca Jangka Pesantren

Kerangka dasar program kerja pesantren terangkum dalam program panca jangka yang senantiasa memberikan arah dan panduan terhadap perkembangan, kemajuan dan kesinambungan eksistensi pesantren. Panca jangka tersebut meliputi bidang-bidang sebagai berikut:

1. Pendidikan dan Pengajaran

Pesantren secara kontinu pada kenyataannya membuka diri terhadap perkembangan pendidikan yang multi dimensi dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan dan pengajaran. Usaha tersebut dibuktikan dengan pendirian lembaga perguruan tinggi dan peningkatan sumber daya tenaga pengajar.

2. Kaderisasi

Program kaderisasi di MMI Pondok Pesantren Daar el-Qolam adalah bertujuan untuk menjaga kesinambungan pesantren sebagai lembaga yang eksis, sehingga terjaga dari keterpurukan dan keruntuhan sistem yang ada dalam pesantren secara menyeluruh. Urgensi pesantren terhadap kaderisasi dijabarkan melalui pemahaman terhadap lembaga itu sendiri dan peningkatan kualitas (life skill) kader.

3. Sarana dan prasarana

Program ini guna mendukung peningkatan kualitas pendidikan dan pengajaran. Kelengkapan sarana dan prasarana pesantren terus dilakukan dengan memperbaiki dan melengkapai serta memelihara sarana yang ada.

4. Khizânatullah (Sumber dana)

Di antara syarat terpenting bagi sebuah lembaga pendidikan untuk dapat tetap bertahan hidup dan berkembang adalah memiliki sumber dana sendiri. Pada perkembangannya, Daar el-Qolam sangat memeperhatikan masalah ini dengan sunggug-sungguh. Bermacam-macam bidang usaha terus didirikan sebagai faktor pendukung keberlangsungan pendanaan pesantren, bidang usahanya antara lain; toko pelajar,  kantin pelajar, transportasi, rental alat-alat berat, dan percetakan.

5. Kesejahteraan keluarga pondok

Jangka ini bertujuan untuk memberdayakan kehidupan keluarga-keluarga yang membantu dan bertanggung-jawab terhadap hidup dan matinya pondok secara langsung, sehingga mereka tidak menggantungkan penghidupannya kepada pondok.